Rabu, 05 Maret 2014

Serendipity April





Jalanan belakang kantorku adalah jalanan favorit yang selalu ingin aku lalui selepas jam kerja. Pohon-pohon besar di kiri – kanan  jalan, bangku-bangku berwarna putih pucat, dan beberapa pasang muda-mudi yang membunuh waktu dengan kebersamaan.  

Sinar matahari sore itu nampak sempurna membentuk bayangannya. Dia yang berjalan tak jauh dari hadapanku. Bermafela abu-abu muda, serasi dengan busana kantor yang ia kenakan. Dia yang namanya belum aku ketahui.  

Sebut aku pengecut atau pecundang. Sudah empat kali sore berulang di penghujung bulan April ini. Kulewati jalanan yang sama, hanya agar dapat kutemui bayangan orang yang sama. Bayangannya.

Entah keberanian yang muncul tiba-tiba atau karena aku merasa takut tak berkesempatan bertemu dengannya lagi, aku ingin berkenalan dengannya kali ini. Memandang wajahnya, bukan punggungnya. Lelaki yang sedang jatuh cinta ternyata begini rasanya. Sedikit tergesa, kukejar bayangannya yang melenggang anggun.  


“Indah......”.  
Aku kaget mendengar suaraku sendiri.


Perempuan itu menoleh, wajahnya terukir senyum, dua lesung pipit menghias sempurna, pun tahi lalat kecil diujung kiri bibirnya yang tipis. Dunia berhenti berputar.

* #FF161Kata Kru BFG kali ini temanya "tahi lalat" dan FF ini adalah FF duet bersama Widi, FF yang saya buat ceritanya dilanjutkan oleh Widi. Ini linknya sila baca " Sahara April "




Tidak ada komentar:

Posting Komentar