Sabtu, 22 Desember 2012

kau,


kita berbicara pada sayap-sayap udara yang ditinggalkan hujan deras sehari lalu. 
rangkaian kata-kata terdengar pada bisikan rintik hujan yang masih enggan pergi tadi malam.
 
 Aku merindu kunang-kunang di sudut kamarku agar tak ada gelap sempat menelusup di ujung pagi. 
tak ada embun, tapi engkau ada, selalu.
 
 terimakasih, kamu :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar