Minggu, 16 Februari 2014

Surat Untuk Nona Berinisial "N"





Nona, kamu sering kali bertutur, bahwa di dunia ini tidak akan pernah habis orang-orang yang berbuat baik. Benar, tentunya itu sungguh pernyataan yang benar adanya. Dunia tidak akan pernah kehabisan stok orang-orang baik, walau kita tahu bahwa orang-orang yang tidak baik pun linier bertambah. Dunia pun tidak akan pernah kehabisan orang-orang yang memiliki 'hati', catat itu. Namun, Nona, kamu pun perlu mengingat sesuatu, bahwa, orang-orang baik itu pun memiliki prioritas tentang kebaikannya akan ditujukan kepada siapa.

Pilih-pilih? Bukan, hanya mungkin mereka melihat dulu, apakah benar-benar kebaikan yang mereka berikan akan benar-benar bermanfaat atau kebaikan mereka hanya untuk dimanfaatkan saja? Satir ya, tak apa. Aku hanya mencoba jujur dengan diriku sendiri. Aku harap kamu pun begitu.

Oh ya... , ngomong-ngomong tentang kejujuran. Nona pernahkah tak jujur pada orang-orang di sekeliling Nona? Tentang alasan dibalik semua tindakan dan keputusan yang kau ambil? Iya, mereka memang tak berhak tahu ya, itu semua privacymu, Nona. Tapi menurutku, tindakanmu kurang bijak. Ada banyak orang-orang yang care kepadamu, peduli terhadapmu, tapi kamu meninggalkan mereka semua, tanpa alasan yang 'dewasa' menurutku. Hmmm.. lalu, masih menurutku ya, di tempat baru, adakah hal bermanfaat atau suatu kemajuan dalam hidupmu barangkali, Nona?

Tahukah, Nona? Kebaikan memang akan selalu mengiringi hidup kita, aku sangat percaya. Tapi tolong, tidak melulu harus membuat 'repot' orang-orang yang memang 'ada' dan 'selalu baik' untukmu. Mereka pun punya kehidupan sendiri yang harus diurus, punya keluarga sendiri yang tak ingin diganggu, disita waktunya hanya untuk memikirkanmu bukan? Kamu sering bilang, "aku tak ingin merepotkan orang..". Tapi, sesungguhnya kamu telah melakukan itu.


Ketahuilah, Nona, bahwa hidup bukan hanya soal bersenang-senang dan bergantung pada orang. Berdirilah di atas kakimu sendiri, sesakit apapun rasanya. Maka kau akan belajar tentang hidup. Hargailah orang-orang yang selama ini peduli denganmu, sekeras apapun kata-kata yang mereka lontarkan, sungguh, mereka sebenarnya menyayangimu, tak ingin kau lari dari apa yang ingin kau hindari, tapi mereka ingin kamu belajar menghadapi.

Nona, semoga kau mengerti isi suratku ini. Aku berusaha membantumu, walau sedikit. Jujur, aku kecewa denganmu yang tak kunjung berubah. Jangan kau selalu bilang, bahwa akan selalu ada orang-orang baik di dunia ini, menurutku, itu hanya pembenaranmu saja. Semoga kau mengganti prinsip itu, dengan belajar menjadi orang yang tak selalu mengandalkan orang banyak, belajar menghargai orang-orang yang peduli denganmu. Mereka adalah sahabat-sahabatmu, Nona. Walau mungkin sekarang mereka nampak diam, sesungguhnya mereka hanya bosan mungkin, kau seperti tak peduli akan kepedulian yang mereka berikan. Jadilah mereka apatis.

Oke, Nona, cukup saja surat dariku. Aku lebih lega sekarang. Semoga kamu selalu baik-baik saja dan 'bahagia menurut versi yang kau ciptakan'.

Salam.

1 komentar: