Senin, 03 Desember 2012
hujan di kotamu,
hujan mengucapkan selamat datang padaku,
suatu pagi gerimis, di kotamu
ada senyum yang terbias,
terima kasih ada untukku
ada banyak celah luka yang tertinggal di belakang kita,
biar saja itu tetap ada,
kita hanya berjalan, bukan berlari,
hujan masih menderas,
kita memandanginya dengan lugas
ada banyak cerita yang terlukis tak terasa,
biarkan saja,
ada tawa-tawa antara kita,
begitu indah
hujan masih memandangi kita,
yang melangkah tanpa tergesa...
suatu pagi, di kotamu
:)
Jumat, 30 November 2012
desember dan bahagia
mengapa tak yakin hujan kan datang pagi ini?
riuh tetesannya saja sudah terdengar,
memanggil mentari yang malu-malu menampakkan diri
riuh tetesannya saja sudah terdengar,
memanggil mentari yang malu-malu menampakkan diri
mengapa tak yakin akan senyumku?
bukalah matamu,
ketika hari hampir usai,
aku kan datang
bersama beribu gerimis yang kau suka
menghapus luka,
yang selalu kau pelihara.
habiskan semua,
biarkan jejak ada
namun tak lagi mendera,
,
bahagia itu, ada
bukalah matamu,
ketika hari hampir usai,
aku kan datang
bersama beribu gerimis yang kau suka
menghapus luka,
yang selalu kau pelihara.
habiskan semua,
biarkan jejak ada
namun tak lagi mendera,
,
bahagia itu, ada
Jumat, 23 November 2012
home :)
sore sudah akan habis,
dan hujan belum akan reda
aku tak tahu tentang jarak
tentang tanya dan siapa
ada rintik hujan yang menemani cahaya lampu jalanan
mengantar senja pada bertemunya temaram
ada aku dan kamu yang bergaris pada satu kisah
kita hanya manusia yang sedang menjadi pemberani
yang bukan berbagi hati, tapi saling menempati
kita sedang belajar menjadi pemberani
sama-sama menatap hari esok
melangkah di tengah hujan dengan saling mengerti
karena kita adalah bahagia,
karena kita selalu tahu,
kemana harus pulang
:)
pagi, senja..
selamat pagi senja,
aku lupa bertegur sapa.
selamat pagi senja,
aku lupa waktu tak ada.
aku yang mengitari tempat yang sama,
dan tiada kau di sana.
pun,
hanya bayang,
yang kutemukan hanya debu-debu
terserak, di sela himpitan kenangan
aku menyapa pagi menjadi senja,
aku lupa senja tiada.
*perempuansenja
end,
![]() |
| @Gili Kondo, Lombok |
orang seringkali takut akan perpisahan,
dihela waktu dan sebuah kesempatan
orang seringkali takut akan perpisahan,
ketika mata tak bisa lagi saling menyapa
jangan takut,
perpisahan selayak pertemuan,
ini hanya soal perputaran detik yang bersebrangan.
*sampaijumpalagi:)
Selasa, 20 November 2012
November dan Rintik Hujan
katamu mengembun seperti rintik hujan di kaca jendela
menciptakan sebentuk resah dan kebekuan pada kita
aku terdiam di sudut hatimu,
tak beranjak ke mana-mana
sedang detik tak berhenti mengajak kita melempar kehampaan..
cinta tak pernah menyampaikan makna,
tak ada kata berbicara pada artinya
kita,
tak pernah mengerti kebisuan pada nurani
kita bukan sang pemberani
maaf,
aku tak menyukaimu, November...
terlalu banyak resah terselip pada gerimis di sela hari
begitu banyak mata yang tak mengerti teduh pemiliknya
November,
silakan datang kembali,
dengan gerimis yang lebih termaknai..
:tentang November, yang samar, dan gerimis yang sebenarnya...
Rabu, 03 Oktober 2012
rindu pagi hari,
Aku tak pernah bosan melakukan aktivitas pagi hariku.
Kubiarkan dingin menusuk ujung kakiku lalu membuai ingatan tentang hari-hari yang lalu.
Berjalan perlahan membuka jendela kayu yang berderit-derit,
enggan menyapa mentari yang belum sempurna datangnya.
Aku menyapa bias-bias embun pagi pada ujung dedaunan,
terasa harumnya di ujung hidungku.
Sepagi ini, aku merindumu :)
Ada yang tak sempurna pada kita,
terlalu banyak malah, namun, ada yang tak bisa terbantah,
aku,
selalu merindukan yang sederhana padamu,
jadi, tolong maafkan,
jika aku selalu rindu pagi hari
pada pilihan kita tersenyum,
menertawakan hidup yang memainkan jarak
pada asa kita ternganga
menangisi klise dan kebiasan perasaan
aku tak pernah menyesal, pada kisah kita
:)
Langganan:
Postingan (Atom)






